Menyusuri setiap kecamatan di Kabupaten Makmur, menjangkau setiap Puskesmas. Perjalanan yang mengasyikan, kadang jalannya bagus, ada juga jalan yang berlubang.
Bertegur sapa dengan teman teman petugas Sistem Informasi Manajemen Puskesmas, sesekali diiringi canda ( biar tidak jenuh ).Dari Puskesmas Baki, kemudian bergerak ke timur ke Puskesmas Polokarto.
Merangsek ke utara ke Puskesmas Mojolaban.

Kartasura menunggu giliran….
Rencananya, target tim informasi dan data kesehatan, akan menuntaskan Puskesmas Kartasura dan Puskesmas Gatak sebelum hajatan akbar demokrasi. Bukan pekerjaan yang susah sih, tetapi butuh kecermatan dan kesabaran. Semangat itu pula yang hendak kami sebarkan kepada teman-teman petugas SIMPUS. Selalu ada celah untuk mengalir, ibarat air.

Itulah sepenggal catatan perjalanan tim Informasi dan Data Kesehatan, dalam rangka menyelaraskan database pasien di Puskesmas Induk yang termerger. (Sesuai Peraturan Daerah tentang SOTK 2008). Tidak terasa, ternyata sudah hampir 4 tahun kami memikul amanah untuk memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan dengan menerapkan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas.
Banyak orang menulis di kolom surat kabar mengenai penerapan resep elektronik atau bahkan pelayanan terintegrasi dalam sebuah sistem informasi, walaupun kadang masih ujicoba atau pilot project.
Yang kami laksanakan di Kabupaten Makmur ini, adalah penerapan dalam skala massif, seluruh pelayanan di Puskesmas Induk, dengan landasan teori yang amat minim.
Kemauan dan tekat kami sudah bulat, kami harus memperbaiki pelayanan kesehatan di tempat pelayanan kesehatan dasar, ujung tombak sektor kesehatan.
Berangkat dari visi dan keyakinan, kami yakin, sebuah sistem informasi kesehatan (SIMPUS), hasil karya anak negeri ini akan mampu menjawab tantangan sektor kesehatan di masa mendatang.
Keyakinan itu semakin membuncah tatkala Global Conference on Open Source (GCOS) 2009, kami bertemu salah satu konsultan WHO Asia Pacifik, Alvin Marcelo memberikan apresiasi yang sangat luar biasa. “Amazing !!!”
Kami semakin sadar, kami berada di jalur yang benar, ketika tidak dinyana, secara pribadi mendapat jabat tangan dan apresiasi dari Prof Soegi, pakar Biomedik ITB.
Kesimpulan kami, bahwa dalam pengembangan sistem informasi kesehatan, bukanlah berorientasi proyek, pengadaan hardware dan software semata, tetapi yang lebih penting adalah pendampingan secara kontinyu dan berkelanjutan.
Dari salah satu pelosok kabupaten di Jawa Tengah, kami sampaikan pengalaman dan pesan ini, kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) sektor kesehatan di seluruh penjuru mata angin.
(sambil berpose seperti Optimus Prime, pimpinan Autobots, di akhir film Transformer)